Dari Sampah Menjadi Manfaat: Aksi Nyata untuk Lingkungan Berkelanjutan

 

Dokumentasi GEMAPACH

Sumber: Mapach (2026)

Anggota Muda MAPACH Brigade XLI Lembarung Giri Perkasa telah melaksanakan kegiatan pengabdian pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Kampung Kayu Manis, Desa Sukatani. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah anorganik serta memperkenalkan pemanfaatan alat pirolisis sebagai salah satu upaya pengolahan sampah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang lebih efektif serta mampu mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan persiapan kerja bakti di lingkungan Puskesmas Pembantu. Persiapan dilakukan oleh panitia untuk memastikan lokasi kegiatan dalam kondisi siap serta pembagian tugas kepada anggota sebelum kegiatan dimulai. Pada pukul 09.00 WIB, panitia melakukan persiapan dan menurunkan barang-barang kebutuhan seminar di sekitar Puskesmas Pembantu. Setelah persiapan selesai, pada pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama Sispala Navic dari SMKN 1 Pacet. Panitia bersama peserta membersihkan lingkungan Puskesmas Pembantu sekaligus mengumpulkan sampah plastik yang akan digunakan dalam praktik pengolahan sampah. Kegiatan kerja bakti selesai pada pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan dengan istirahat, salat, makan, serta persiapan tempat seminar.

Setelah persiapan selesai, panitia melakukan tindak lanjut undangan kepada warga Kampung Kayu Manis serta perwakilan MAHATALA FEBI dan MAHATALA UNPI. Pada pukul 13.00 WIB, acara dibuka oleh pembawa acara, Kiana "Kupek" Neena Chrissy Ander, dengan jumlah peserta awal sebanyak 50 orang. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Haikal "Pacul" Rizieq Rabbani, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne MAPACH oleh Saskia "Surek" Alya Sunandar, laporan Ketua Pelaksana M. Restu "Amun" Anugrah, serta sambutan dari Ketua Adat Mohammad Bagas "Sedol" Rafif, Ketua RW 06, Ketua RT 02, dan perwakilan Kepala Desa Sukatani. Pada pukul 13.35 WIB, jumlah peserta bertambah menjadi 87 orang.

Memasuki acara inti, pada pukul 13.35 WIB, moderator Nadira "Celong" Farah Syakirah memandu seminar bertema "Optimalisasi Pengelolaan Sampah Anorganik Melalui Penerapan Alat Pengolah Sampah Demi Mewujudkan Lingkungan yang Bersih, Produktif, dan Berkelanjutan" yang disampaikan oleh Anggota Kehormatan MAPACH, Yushfina “Leweh” Hikmatika. Seminar membahas pentingnya pengelolaan sampah anorganik, khususnya sampah plastik, serta pemanfaatan teknologi tepat guna untuk membantu mengurangi permasalahan sampah di lingkungan masyarakat. Materi ini memberikan pemahaman mengenai perlunya memilah dan mengelola sampah agar tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi juga berpotensi diolah menjadi produk yang bermanfaat. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif pada pukul 14.15 WIB. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai pengelolaan sampah serta penerapan alat pengolah sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pukul 14.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan peragaan dan praktik penggunaan alat pirolisis yang dipandu oleh M. Restu "Amun" Anugrah, Ramiro "Tahok" Ali, Haikal "Pacul" Rizieq Rabbani, dan Pandu "Ramus" Rizki Akbar Pangestu. Melalui praktik ini, masyarakat diberikan pemahaman secara langsung mengenai proses pengolahan sampah plastik menggunakan teknologi tepat guna. Alat pirolisis bekerja melalui proses pemanasan bahan dalam kondisi minim oksigen sehingga bahan plastik dapat terurai menjadi produk hasil pirolisis. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada proses penggunaan alat dan hasil pengolahan yang diperlihatkan berupa minyak pirolisis. Praktik tersebut memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai potensi pemanfaatan teknologi pengolahan sampah sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi penumpukan sampah plastik. Pengoperasian alat tetap memerlukan prosedur keselamatan dan pengelolaan yang tepat agar dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Setelah praktik selesai, pada pukul 15.30 WIB dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan dan alat pirolisis secara simbolis kepada pihak desa. Penyerahan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pengelolaan sampah di Kampung Kayu Manis. Keberadaan alat tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan pengembangan pengelolaan sampah anorganik di lingkungan masyarakat. Rangkaian acara resmi ditutup oleh pembawa acara pada pukul 15.40 WIB dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Setelah acara utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan data penelitian oleh tim di bawah penanggung jawab Erlina "Nini" Windiani pada pukul 16.00-17.30 WIB. Selanjutnya, seluruh anggota melakukan pembersihan lokasi di bawah penanggung jawab Kiana "Kupek" Neena Chrissy Ander. Pada pukul 19.30 WIB, rombongan mulai melakukan mobilisasi untuk kembali, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sekretariat MAPACH pada pukul 20.00 WIB dan tiba dengan selamat menjelang tengah malam.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini telah terlaksana melalui kerja bakti, seminar, diskusi, praktik penggunaan alat pirolisis, dan penyerahan alat kepada pihak desa, dengan jumlah peserta yang mencapai 87 orang. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan sampah anorganik sekaligus mengenal alternatif pemanfaatan teknologi pengolahan sampah. Kedepannya, diharapkan alat pirolisis dapat dimanfaatkan secara tepat dan berkelanjutan, disertai pendampingan serta pengelolaan yang sesuai, sehingga dapat mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan Kampung Kayu Manis. SALAM MAPACH! (Pandu "Ramus" Rizki Akbar Pangestu).

Post a Comment

0 Comments