
Dokumentasi Suara Bumi: Ruang Kajian Dan Aksi Ecological Citizenship 2026
Sumber: Mapach (2026)
Pada hari Senin, tanggal 12 Oktober 2026, telah dilaksanakan kegiatan “Suara Bumi: Ruang Kajian dan Aksi Ecological Citizenship” yang bertempat di Halaman Belakang Gedung University Center UPI. Kegiatan ini semula dijadwalkan dimulai pada pukul 14.00 WIB, namun karena terdapat keterlambatan peserta kegiatan dan beberapa tamu undangan maka pelaksanaan kegiatan mengalami keterlambatan dan baru dapat dimulai sekitar pukul 15.30 WIB.
Kegiatan “Suara Bumi: Ruang Kajian dan Aksi Ecological Citizenship” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pentingnya kewarganegaraan ekologis (ecological citizenship) sebagai landasan dalam membangun tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai berbagai upaya konservasi lingkungan melalui kajian, pengalaman ekspedisi, serta pemaparan hasil penelitian yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan dan pengelolaan sampah.
Adapun manfaat dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan dan perspektif baru kepada peserta mengenai hubungan antara kesadaran sebagai warga negara dengan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Melalui rangkaian diskusi, bedah buku, dan pemaparan hasil riset, peserta diharapkan dapat memahami berbagai permasalahan ekologis secara lebih mendalam, menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan, serta mendorong keterlibatan aktif dalam menerapkan tindakan nyata untuk mendukung upaya konservasi lingkungan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Nadira “Celong” Farah Syakirah, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya di bawah pimpinan Nyansunsur “Sengit” Belen, serta Hymne MAPACH. Rangkaian pembuka ditutup dengan pembacaan doa oleh Haikal “Pacul” Rizieq Rabbani sebagai bentuk harapan agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sambutan, dimulai dari sambutan Ketua Pelaksana oleh Ifan “Biko” Kiki Kurniawan, sambutan Ketua Adat MAPACH yang diwakilkan oleh Apdal “Sobe” Fahrujaman, dan sambutan Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan oleh Dr. Syaifullah, S.Pd., M.Si. yang sekaligus secara resmi membuka kegiatan “Suara Bumi: Ruang Kajian dan Aksi Ecological Citizenship”.
Memasuki inti kegiatan, dilaksanakan Talkshow “Kesadaran Kewarganegaraan Ekologis Masyarakat melalui Penerapan Alat Pirolisis dalam Pengelolaan Sampah Plastik (Studi Kasus di Kampung Kayu Manis)” yang dibawakan oleh Tim Riset Diklanjut, yaitu M. Restu “Amun” Anugrah dan Erlina “Nini” Windiani. Sesi ini membahas penerapan teknologi pirolisis sebagai solusi pengelolaan sampah plastik yang berbasis kesadaran ekologis masyarakat, dan berlangsung dengan diskusi yang interaktif.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan Talkshow Ekspedisi Kerinci dan Pemaparan Hasil Riset “Tradisi Kenduri Sko sebagai Ruang Pembentukan Nilai Kewarganegaraan Ekologis Masyarakat Adat Kerinci”, yang disampaikan oleh Tim Ekspedisi, Haikal “Pacul” Rizieq Rabbani dan Yasinta “Cenglu” Juliani, bersama Tim Riset, Ifan “Biko” Kiki Kurniawan. Pada sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai pengalaman ekspedisi, pembelajaran ekologis, dan refleksi lapangan, sekaligus pemaparan hasil riset yang telah dilaksanakan.
Sesi berikutnya adalah Bedah Buku yang disampaikan oleh Dr. Restu Adi Nugraha, M.Pd., berupa diskusi dan telaah mendalam terhadap buku yang menjadi bahan kajian dalam kegiatan ini. Rangkaian kegiatan inti kemudian ditutup dengan sesi Refleksi dan Tanya Jawab yang dipandu oleh Kiana “Kupek” Neena Chrissy Ander, sebagai ruang untuk menarik benang merah antara ecological citizenship, nilai-nilai ekologis, dan aksi konservasi.
Sebelum dilaksanakannya penutupan acara, terdapat sesi dokumentasi dan penyerahan sertifikat pemateri dari pihak MAPACH kepada pemateri. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan kata penutup yang disampaikan oleh Nadira “Celong” Farah Syakirah. Secara keseluruhan, meskipun mengalami keterlambatan pada awal pelaksanaan, kegiatan “Suara Bumi: Ruang Kajian dan Aksi Ecological Citizenship” tetap berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan ruang reflektif serta edukatif bagi seluruh peserta mengenai kesadaran dan aksi konservasi lingkungan. SALAM MAPACH! (Kiana “Kupek” Neena Chrissy Ander).
0 Comments