Public Speaking: Komunikasi Sebagai Kompas Pecinta Alam dalam Mabim Anggota Muda MAPACH Brigade XLI

Jumat, 13 Maret 2026, telah dilaksanakan Masa Bimbingan (Mabim) Anggota Muda yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum (MAPACH) UPI Bandung melalui platform daring Zoom Meeting. Mabim kali ini mengangkat tema yang sangat krusial bagi pengembangan diri anggota, yaitu “Public Speaking: Komunikasi sebagai Kompas Pecinta Alam”. Sesi ini menghadirkan Kang Dery "Kupang" Dwi Darmawan, S.Pd. sebagai pemateri utama yang memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana teknik berbicara di depan umum menjadi instrumen penting dalam menjalankan roda organisasi. 

Dokumentasi Masa Bimbingan Public Speaking

Sumber: Mapach (2026)

Dalam pemaparannya, Kang Dery menekankan bahwa public speaking adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh semua orang, khususnya dalam konteks profesional dan keorganisasian. Beliau menjelaskan bahwa berbicara di depan publik bukan sekadar pamer bahasa ilmiah yang rumit, melainkan bagaimana seorang pembicara mampu menyampaikan pesan dengan kesederhanaan dan kerendahan hati agar mudah dimengerti oleh audiens. Empat pilar utama "How to Do It" yang disampaikan oleh Kang Dery meliputi kemampuan menyampaikan poin penting secara jelas, penguasaan artikulasi, intonasi, serta bahasa tubuh, hingga pentingnya mengenal profil audiens beserta kebutuhannya.

 Selain itu, Kang Dery juga mengingatkan bahwa wawasan yang luas dan latihan secara kontinu adalah kunci utama, karena tidak ada kemampuan bicara yang hebat tanpa melalui proses belajar dan kerja keras. ​Lebih lanjut, Kang Dery membedah relevansi public speaking bagi identitas anggota MAPACH yang sering bergesekan langsung dengan masyarakat dan kegiatan lapangan. Kemampuan ini dibutuhkan dalam berbagai situasi praktis, seperti saat melakukan briefing koordinasi tim, memimpin persidangan organisasi, hingga mempresentasikan proposal dan laporan kegiatan pasca-pelaksanaan program. Selain itu, sebagai organisasi yang bergerak di bidang lingkungan, kemampuan komunikasi publik menjadi senjata utama dalam melakukan edukasi, kampanye lingkungan, serta menjadi representasi organisasi yang kredibel di forum-forum resmi maupun seminar-seminar ilmiah. Melalui penguasaan bicara yang baik, pesan-pesan mengenai nilai gagasan, kultur, dan ilmu pengetahuan kepecintaalaman dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan berwibawa.  

Sebagai bentuk pengaplikasian materi, Kang Dery turut memberikan simulasi situasi nyata yang mungkin dihadapi oleh anggota muda MAPACH. Situasi pertama melibatkan peran anggota sebagai perwakilan organisasi yang harus memperkenalkan MAPACH dan tujuan kegiatan Sosiologi Pedesaan di hadapan masyarakat balai desa. Sementara situasi kedua menantang anggota untuk berperan sebagai koordinator tim survei yang harus memberikan briefing teknis yang tegas dan jelas kepada anggota tim sebelum berangkat ke lokasi diklat. Melalui materi dan simulasi yang komprehensif ini, diharapkan anggota muda MAPACH dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan advokasi yang kuat, sehingga mereka mampu mengendalikan situasi serta memengaruhi audiens secara positif dalam berbagai jenjang karier dan kehidupan sosial di masa depan. ​SALAM MAPACH!!! (Saskia "surek" Alya Sunandar)


Post a Comment

0 Comments