Rabu, 4 Juni 2025, kami dari divisi Kealaman MAPACH telah menyelenggarakan kegiatan Masa Bimbingan Kelas Mitigasi Bencana yang berlokasi di Sekretariat MAPACH dan dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 4 Anggota Muda MAPACH (Apdal, Daffa, Zidni, Assegaf) sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi bencana alam juga didampingi dengan 5 pengurus. Pada kesempatan ini, materi disampaikan oleh Saudara Dhafin Fadhlur Rahman dari JANTERA, yang memaparkan secara mendetail mengenai mitigasi bencana, mulai dari pengetahuan dasar yang perlu diketahui saat terjadi bencana, berbagai jenis bencana alam, pengenalan bentuk permukaan yang berpotensi menimbulkan bencana, hingga cara meningkatkan kemampuan menghadapi risiko bencana dan prosedur penyelamatan yang benar. Materi disajikan dengan metode interaktif, dilengkapi dengan sesi tanya jawab langsung agar anggota muda MAPACH dapat lebih memahami berbagai risiko bencana secara mendalam.
Berikut tahap-tahap yang dapat dilakukan dalam mitigasi bencana:
- Identifikasi Risiko Bencana, ialah menganalisis jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di suatu wilayah (gempa, banjir, tsunami, dll). Contoh: Mengetahui bahwa suatu daerah rawan longsor karena kondisi tanah dan curah hujan tinggi.
- Penilaian Risiko (Risk Assessment), ialah menilai seberapa besar kemungkinan bencana terjadi dan dampaknya. Meliputi analisis kerentanan (vulnerability) dan kapasitas daerah. Contoh: Menilai jumlah penduduk yang tinggal di zona rawan banjir dan kemampuan evakuasi yang tersedia.
- Perencanaan Mitigasi, ialah menyusun strategi dan rencana jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana. Termasuk dalam hal tata ruang, pembangunan, dan sistem peringatan dini. Contoh: Melarang pembangunan di daerah rawan banjir atau gempa.
- Pelaksanaan Tindakan Mitigasi, terdiri dari dua jenis: Pertama, mitigasi Struktural, ialah mitigasi berbasis teknologi dan infrastruktur. Contoh: Bangunan tahan gempa, tanggul banjir, kanal air. Kedua, Mitigasi Non-Struktural, ialah mitigasi yang mengandalkan kebijakan, pendidikan, dan kesadaran masyarakat. Contoh: Edukasi bencana di sekolah, pelatihan evakuasi, aturan zona rawan bencana.
- Edukasi dan Sosialisasi, ialah menginformasikan kepada masyarakat tentang potensi bencana dan cara menyelamatkan diri. Contoh: Simulasi bencana, pelatihan relawan, kampanye media.
- Monitoring dan Evaluasi, ialah mengevaluasi efektivitas langkah-langkah mitigasi yang telah dilakukan. Memperbaiki atau memperbarui strategi bila diperlukan. Contoh: Pemeriksaan berkala alat peringatan dini, revisi tata ruang.
Adapun manfaat dari diadakannya Mabim Mitigasi Bencana
adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta mengenai
potensi bencana yang dapat terjadi di suatu wilayah, baik bencana alam seperti
gempa bumi, banjir, dan tanah longsor, maupun bencana non-alam. Melalui
kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan tentang karakteristik, penyebab,
serta dampak dari berbagai jenis bencana, sehingga mereka dapat mengenali
risiko yang ada di lingkungan sekitarnya. Selain itu, Mabim ini juga bertujuan
untuk meningkatkan kesiapsiagaan individu maupun kelompok dalam menghadapi
situasi darurat, melalui pelatihan, simulasi, dan strategi evakuasi yang tepat.
Dengan demikian, diharapkan para peserta mampu menjadi agen perubahan yang
tanggap, sigap, dan siap dalam mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana
di masa depan. SALAM MAPACH!!! (Epi "Kucai" Pitriani dan Masna "Nguyek" Bonita Hutabarat)


0 Comments