Dokumentasi Foto Bersama di Puncak Sumber: Mapach (2025)
A. Pemberangkatan Pengabdian dan Penelitian
Bandung - Sabtu, 23 Agustus 2025 - pukul 10.00 WIB, kami berkumpul di Sekretariat MAPACH yang berlokasi di Pondok Hijau untuk melaksanakan pemberangkatan DIKLANJUT Brigade XL menuju Dusun Palasari, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.
Sesampainya di lokasi, kami membereskan tempat, menyimpan barang pribadi, serta perlengkapan seminar. Kemudian, panitia langsung berbagi tugas untuk mempersiapkan alat praktik dan kebutuhan seminar. Pukul 19.00 WIB, kami melaksanakan makan malam bersama di Saung Uyut, sekaligus berbincang dengan pihak BUMDes. Setelah itu, kami kembali ke gedung serbaguna untuk mempersiapkan tempat seminar dan melanjutkan briefing panitia.
B. Seminar "Dari Limbah Jadi Berkah: Optimalisasi Sampah Organik dengan Budidaya Maggot"
Minggu, 24 Agustus 2025 - Kegiatan seminar pada kesempatan ini dihadiri sekitar 38 orang, terdiri dari panitia, anggota penuh, anggota kehormatan MAPACH, tamu undangan, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Acara dipimpin oleh moderator Assegaf “Pongo” Sihab. Rangkaian pembukaan meliputi: Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Dafa “Cingked” Dinulhaq, dilanjutkan dengan Menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne MAPACH oleh dirigen Nyasunsur “Sengit” Belen, dilanjut dengan Sambutan Ketua pelaksana M. Zidni “Pogu” El Hassa, Sambutan Ketua Adat MAPACH Kadat Diki “Nyerocos” Okdiansyah dan sambutan terakhir sekaligus membuka acara oleh Kepala Desa Budi Santoso, S.E.
Setelah sambutan-sambutan dilanjutkan dengan acara seminar dengan tema “Dari Limbah Jadi Berkah: Optimalisasi Sampah Organik dengan Budidaya Maggot” yang disampaikan oleh DLH dan dilaksanakan di Gedung Serbaguna BUMDes Dusun Palasari, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung kurang lebih selama 45 menit hingga pukul 09.45 WIB.
Pada pukul 09.45 WIB peserta seminar diajak melihat secara langsung proses budi daya maggot. Antusiasme peserta terlihat sangat
tinggi, ditandai dengan diskusi interaktif dan berbagai pertanyaan yang
diajukan. Suasana seminar berjalan aktif dan penuh semangat. Setelah pematerian
dan praktik selesai, kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pihak
BUMDes, pemateri, Kepala Desa yang diwakili oleh Ibu PKK, serta perwakilan dari
DLH. Acara kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta
dan tamu undangan.
C. Pengambilan Data Penelitian
Pukul 13.00–15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan briefing dan pembagian kelompok pengambilan data yang dipecah menjadi 4 tim, antara lain: tim 1 (Apdal & Bagas); tim 2 (Dafa, Ahmad, & Nadia); tim 3 (Assegaf & Dodoh); tim 4 (Nyasunsur Belen, Destra & Zulfa). Setiap tim dibekali instrumen sesuai sasaran wawancara. Tim kemudian berpencar menuju RW 04 dan RW 05 untuk mewawancarai para pembudidaya ikan sekaligus melakukan sosialisasi. Selain itu, dalam teknik pengambilan data kami juga melakukan observasi dan studi dokumentasi.
Setelah kegiatan selesai pukul 15.00 WIB kami kembali ke BUMDes dan melakukan persiapan untuk pulang kembali ke Bandung. Perjalanan pulang dari Subang menuju Bandung kurang lebih memakan waktu 2 jam.
Dokumentasi video : GEMA BADRIKA
D. Pemberangkatan Gunung Hutan
Bandung - Rabu, 27 Agustus 2025 - Kami berkumpul di Sekretariat MAPACH pukul 10.00 WIB dengan penuh semangat kami menyiapkan semua perbekalan, mulai dari carrier yang berisi pakaian hangat, sleeping bag, alat masak, hingga logistik berupa beras, air, dan camilan. Karena kali ini kami akan melakukan perjalanan menuju Purwokerto, tepatnya untuk mendaki atap tertinggi Jawa Tengah yakni Gunung Slamet via Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Setelah berdoa bersama, tepat pukul 11.00 WIB kami berangkat menuju Stasiun Kiaracondong menggunakan angkot, kegiatan kealaman diikuti oleh 5 anggota muda dan 9 anggota pengurus. Perjalanan Bandung (St. Kiaracondong) menuju St. Purwokerto memakan waktu 7 jam dengan harga tiket Rp. 63.000/orang.
Purwokerto - Kamis, 28 Agustus 2025 - 08.00 WIB setelah pendaftaran dibuka, kami mulai mendata dan mengisi pormulir untuk pendakian. Setelahnya dilanjutkan dengan pemanasan bersama dan berdoa bersama. Pukul 08.20 WIB kami memulai pendakian dengan urutan yang pertama ada leader pendakian (Apdal), navigator (Daffa), notulensi (Assegaf), danpur (Nyasunsur), dan sweaper (Zidni). Perjalanan mendaki kami dari basecamp sampai pos 1 ditemani oleh rintik hujan, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat kami untuk melakukan pendakian.
Kami tiba di pos bayangan pukul 09.50 WIB perjalanan sekitar 70 menit, setelah istirahat sebentar perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 10.00 WIB menuju pos 1, kami sampai di pos 1 pada pukul 11.10 WIB perjalanan sekitar 110 menit. Sembari istirahat kami memulai resection di peta untuk melihat posisi kita di peta. Pukul 11.20 kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2 berjalan sekitar 86 menit dan kami tiba di pos 2 pukul 12.46 WIB, di pos dua kami melakukan ishoma terlebih dahulu dan melakukan IMPK.
Setelah istirahat kami memulai pendakian kembali yakni pada pukul 13.30 WIB dan tiba di post 3 pukul 14.36 WIB sekitar 66 menit, dilanjutkan dengan IMPK dan istirahat sejenak. Pukul 14.46 WIB perjalanan kembali dilanjutkan menuju pos 4. Kami sampai di pos 4 pukul 15.33 WIB, yaitu sekitar 47 menit, lalu dilanjutkan dengan istirahat kembali dan melakukan IMPK. Setelah istirahat sejenak, kami memulai kembali pendakian menuju post 5 pada pukul 15.43 WIB. Tepat pukul 16.10 WIB kami sampai di pos 5 yaitu tempat camp kami. Setibanya di tempat camp kami segera bergegas membangun tenda, memasak, dan melakukan IMPK. Selanjutnya pukul 19.00 WIB kami makan bersama dilanjutkan dengan briefing sampai dengan pukul 21.00 WIB.
Jumat, 29 Agustus 2025 – Pukul 02.30 WIB dini hari kami bangun untuk persiapan summit. Setelah sarapan ringan, pemanasan, dan doa bersama, kami memulai perjalanan summit pada pukul 03.14 WIB dan sampai di pos 6 pukul 03.28 WIB dengan estimasi 14 menit. Pukul 03.38 WIB kami melanjutkan pendakian menuju pos 7 tiba di pos 7 pukul 04.04 WIB. Selepas istirahat sejenak pendakian kembali dimulai menuju pos 8 yakni pada pukul 04.14 WIB dan kami sampai di Pos 8 pukul 04.29 WIB. Di pos 8 kami istirahat sejenak dan melaksanakan sholat subuh. Pada pukul 04.39 kami melanjutkan pendakian menuju pos 9, sampai di Pos 9 pukul 05.02 WIB. Di Pos 9 kami disambut dengan keindahan sunrise yang mana terlihat juga 2 puncak gunung dari kejauhan yang tak kalah gagah dari Gunung Slamet yakni Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Tak lupa di setiap pos perjalanan summit kami tetap melakukan IMPK yang nantinya hasil IMPK akan kami tuangkan ke dalam bentuk peta.
Tepat pukul 05.12 WIB kami sampai di puncak Gunung Slamet via Bambangan. Rasa lelah, senang, dan bangga bercampur aduk karena sedikit tidak percaya bahwa kami bisa sampai di puncak tertinggi Jawa Tengah. Setelah menikmati keindahan ciptaan Tuhan di puncak, kami kembali turun ke tempat camp atau pos 5 pada pukul 07.00 WIB dan sampai di pos 5 pada pukul 09.30 WIB. Kegiatan selanjutnya setelah summit yakni kami membagi tugas ada yang packing, memasak, dan bersih-bersih area tempat camp. Pukul 13.10 WIB kami sudah berjalan untuk turun kembali ke basecamp awal pendakian. Perjalanan turun lebib cepat daripada perjalanan naik. Namun, tiba di pos 2 hujan kembali datang dan menjadi teman dalam perjalanan kami sampai ke basecamp. Sekitar pukul 17.00 WIB kami tiba di basecamp tempat kami menginap. Sesampainya di basecamp kami bersih-bersih, makan, dan melakukan evaluasi singkat.
Sabtu, 30 Agustus 2025 - pukul 04.00 WIB kami sudah bersiap untuk perjalanan menuju St. Purwokerto. Perjalanan pulang menggunakan kereta Serayu dari St. Purwokerto menuju St. Kiaracondong dengan jadwal keberangkatan pukul 07.00 WIB dan tiba di Bandung pukul 13.00 WIB, dilanjutkan ke sekretariat Mapach menggunakan angkot mang Erwin. Puji syukur perjalanan kami diberikan kelancaran tim yang berangkat pun bisa kembali dengan selamat. Karena pada dasarnya perjalanan mendaki gunung bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga menaklukkan diri sendiri. Perjalanan ke Gunung Slamet punya makna tersendiri bagi kami. Setiap langkah yang melelahkan mengajarkan arti kesabaran, kerja sama, dan rasa syukur atas keindahan ciptaan Tuhan. Gunung Slamet telah menjadi saksi kecil perjalanan kami mencari arti keteguhan dan kebersamaan.
Diki "Nyorocos" Okdiansyah selaku ketua adat menuturkan bahwa, "Pendidikan Lanjutan bukan sekadar tahapan akhir. Ia adalah gerbang simbolis sekaligus filosofis yang menandai tuntasnya proses penempaan sebagai anggota muda dan membuka langkah baru menuju peran sejati sebagai anggota penuh MAPACH. Pendidikan Lanjutan adalah ruang ekspresi terakhir, sekaligus ujian akhir dari nilai, pengetahuan, semangat, dan integritas yang telah ditanamkan sejak hari pertama kaderisasi. Melalui rangkaian ini, anggota muda menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memahami makna MAPACH sebagai organisasi tetapi telah menjadikannya bagian dari identitas dan sikap hidup. Kini, mereka bukan lagi hanya penerus. Mereka adalah penjaga. Penjaga nilai, penjaga marwah, dan penjaga bara semangat yang telah diwariskan. Mari kita jaga marwah ini bersama. Sebab menjadi anggota penuh bukanlah garis akhir, ia adalah awal dari pengabdian yang sejati". MAPACH 3X!!! SALAM MAPACH!!! (Apdal "Sobe" Pahrujaman, M. Zidni "Pogu" El Hassa, Dodoh "Tumpah" Siti Saadah, dan Masna "Nguyek" Bonita Hutabarat).
Dokumentasi Gunung Hutan : DIKLANJUTBRIGADE40









0 Comments