Dokumentasi Masa Bimbingan Kemapachan
Sumber: Mapach (2026)
Kamis, 12 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Masa Bimbingan (MABIM) Anggota Muda Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum (MAPACH) Universitas Pendidikan Indonesia yang bertempat di Sekretariat MAPACH. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB dan dihadiri oleh anggota muda serta jajaran pengurus. MABIM dipandu oleh Harry “Sadul” Akbar Wardhana selaku moderator, dengan pemateri Mohammad Bagas “Sedol” Rafif selaku Ketua Adat MAPACH 2025-2026 yang menyampaikan materi Kemapachan sebagai bagian dari proses pengenalan dan pendalaman jati diri organisasi.
Kegiatan Masa Bimbingan Kemapachan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman awal kepada anggota muda mengenai sejarah, nilai, serta jati diri organisasi MAPACH. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota muda tidak hanya mengenal MAPACH sebagai organisasi pecinta alam, tetapi juga memahami filosofi, semangat kebersamaan, serta tanggung jawab yang melekat dalam setiap keanggotaannya. Selain itu, MABIM Kemapachan menjadi ruang pembelajaran awal bagi anggota muda untuk mulai menginternalisasikan nilai-nilai MAPACH, membangun rasa memiliki terhadap organisasi, serta mempersiapkan diri untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan dan dinamika organisasi di masa yang akan datang.
Dalam pemaparannya, Mohammad Bagas “Sedol” Rafif mengawali dengan mengajak peserta memahami kembali apa itu MAPACH. Ia menjelaskan bahwa MAPACH merupakan singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum, sebuah organisasi yang lahir dari semangat mahasiswa yang memiliki kecintaan terhadap alam sekaligus kesadaran sosial sebagai insan akademik. MAPACH bukan hanya Unit Kegiatan Mahasiswa biasa, melainkan wadah pembentukan karakter yang mengintegrasikan kecintaan terhadap alam dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keilmuan, khususnya dalam rumpun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Pemateri juga mengulas kembali sejarah dan tonggak lahirnya MAPACH, termasuk penetapan 14 April 1986 sebagai momentum penting berdirinya organisasi. Dijelaskan bahwa MAPACH berawal dari sebuah perkumpulan sederhana mahasiswa yang memiliki kegemaran di alam, yang kemudian berproses menjadi organisasi MAPALA dengan identitas dan sistem yang lebih terstruktur. Dari proses tersebut, lahirlah generasi-generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan rasa memiliki yang kuat terhadap organisasi.
Selain sejarah, pemateri juga mengulas kembali makna logo MAPACH sebagai representasi nilai dan filosofi organisasi. Keseluruhan elemen logo menegaskan bahwa setiap anggota MAPACH adalah insan yang terus belajar, menyadari keterbatasan diri, dan berproses untuk menjadi lebih baik. Selain itu, pemateri menekankan bahwa MAPACH terletak pada kebersamaan, solidaritas, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai. MAPACH tidak hanya menjadi tempat menyalurkan hobi di alam bebas, tetapi juga ruang pembelajaran sosial melalui kegiatan-kegiatan seperti sosiologi pedesaan yang mendorong anggota untuk terjun langsung memahami masyarakat dan berkontribusi nyata.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif, di mana anggota muda diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai peran serta tanggung jawab mereka ke depan. Di akhir sesi, pemateri menegaskan bahwa memahami MAPACH tidak cukup hanya secara konseptual, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan komitmen sehari-hari sebagai bagian dari keluarga besar MAPACH. Dengan terselenggaranya MABIM ini, diharapkan anggota muda semakin mengenal jati diri organisasi dan mampu menginternalisasikan nilai-nilai MAPACH dalam setiap langkah perjalanannya. SALAM MAPACH! (Harry “Sadul” Akbar Wardhana).
0 Comments