Pemahaman Dasar Karya Tulis Ilmiah dalam Mabim Anggota Muda MAPACH

Sabtu, 09 Mei 2026 telah dilaksanakan Masa Bimbingan (Mabim) Anggota Muda yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum (MAPACH) UPI Bandung. Mabim kali ini berisi pematerian mengenai “Karya Tulis Ilmiah” dengan tema “Membentuk Anggota Muda MAPACH yang Akademis, Kritis, dan Argumentatif melalui Penguatan Kajian Artikel Ilmiah” yang disampaikan oleh Anggota Kehormatan Mapach yaitu Dr. Agil "Gigil" Nanggala, M.Pd. Mabim ini dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 15.20 WIB yang dimoderatori oleh Siti Nazwa "Tusik" Jannatun Nadifa, yang bertempat di Sekretariat MAPACH. Tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk memberikan pembekalan dasar kepada anggota muda dalam memahami cara penulisan karya tulis ilmiah serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan solutif.

Dokumentasi Mabim Karya Tulis Ilmiah

Sumber: Mapach (2026)

Kang Agil menjelaskan bahwa teori dalam karya tulis ilmiah merupakan suatu hal yang sudah dianggap layak dan hanya mendekati kebenaran. Dalam dunia ilmu pengetahuan, tidak ada teori yang sepenuhnya mutlak benar. Sebuah teori tidak dihapus, melainkan hanya dikesampingkan ketika ditemukan teori yang lebih relevan. Hal inilah yang menjadi dasar pentingnya critical review, yaitu kemampuan untuk menilai, menganalisis, dan mempertanyakan teori-teori yang ada secara kritis sebelum digunakan sebagai landasan dalam penulisan karya ilmiah.

Selain itu, Kang Agil juga membahas mengenai cara merampungkan naskah ilmiah dengan baik dan benar. Pemateri menjelaskan bahwa dalam merampungkan naskah ilmiah terdapat enam komponen penting yang harus diperhatikan, yaitu: Gap Teoretis, Problematik, Kontribusi Teoretis dan Praktis, Posisi Peneliti, Pendekatan Teori, dan Novelty/Kebaruan Penelitian.

Dalam pemaparan selanjutnya, Kang Agil menjelaskan tiga pendekatan penelitian yang umum digunakan dalam karya tulis ilmiah. Pertama, pendekatan kuantitatif yang menggunakan data berupa angka dan dianalisis secara statistik, cocok untuk menguji hipotesis dan menghasilkan temuan yang dapat digeneralisasikan. Kedua, pendekatan kualitatif yang menggunakan data berupa kata-kata dan makna untuk memahami fenomena sosial secara mendalam melalui metode seperti wawancara, observasi, dan studi kasus. Ketiga, mixed methods yang menggabungkan kedua pendekatan tersebut sehingga dapat saling melengkapi dan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap suatu permasalahan.

Selama kegiatan berlangsung, anggota muda MAPACH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik dalam sesi pemaparan materi maupun diskusi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tentang karya tulis ilmiah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya menulis ilmiah dalam organisasi serta penguatan nilai-nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, dan kerja sama.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Mabim Karya Tulis Ilmiah, diharapkan anggota muda MAPACH mampu memahami dasar-dasar penulisan karya tulis ilmiah secara komprehensif serta memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam mendokumentasikan temuan lapangan dan menggerakkan perubahan positif melalui tulisan ilmiah. Dengan demikian, berita acara pelaksanaan kegiatan Mabim Karya Tulis Ilmiah ini dibuat sebagaimana mestinya. SALAM MAPACH! (Erlina “Nini” Windiani).

Post a Comment

0 Comments